"Ibadah Haji dan Umroh : ALLAH tidak memanggil orang yang mampu, tetapi ALLAH akan memampukan orang yang terpanggil...."(Mario Teguh)

8 Februari 2012

Diskusi Kemandirian Ekonomi Kader PKS Bersama Bendahara DPP PKS

Bila anda menyukai artikel ini, silahkan berbagi dengan teman-teman anda :

Hari Ahad 5 februari 2012, Kantor DPW PKS DIY kedatangan tamu istimewa, beliau adalah Ust. Wahyudi Kurniawan Hutabarat, Ak, salah satu bendahara DPP PKS. Kedatangan beliau di DIY salah satunya untuk sharing bersama para kader PKS DIY, khususnya untuk menggugah semnagat kader PKS untuk menjadi enterpreuneur alias menjadi pengusaha. Acara dihadiri oleh para bendahara DPD PKS se DIY dan para pengusaha di kalangan kader PKS.
Acara yang dimulai pukul 10 dan selesai tepat adzan Zuhur ini dihadiri oleh setidaknya 20 peserta dan dibuka dengan sambutan oleh ustadz Zuhrif Hudaya .
Dalam sambutannya, Ust Zuhrif Hudaya, Sekretaris Umum DPW DIY ini menyampaikan pentingnya kemadirian dalam bidang perekonomian bagi semua kader PKS, pentingnya menambah jumlah pengusaha dikalangan kader PKS, sehingga dapat menjalankan dakwah secara lebih independen, sudah saatnya kita turut membangun bangsa ini dalam skala  yang lebih luas melalui bidang ekonomi.
Sementara itu, Ust wahyudi memulai perbincangan dengan mencoba menata kembali mindset "kaya" bagi seorang muslim.  "Walau kita bicara maaliyah sudah termasuk terlambat, kita harus terus mengejar ketertinggalan itu. Ingat bahwa Rasulullah menekankan kepada kemampuan harta. Sembilan dari 10 orang yang dijamin Allah masuk syurga adalah para Aghniya (Pengusaha)". Beliau melanjutkan "Di dalam Al Qur’an ditekankan tentang Aghniya, misal : banyak ayat menyandingkan Zakat setelah memrintahkan Zakat. Rukun islam, 2 dari 5 rukun islam mengharuskan kita menjadi orang kaya: Zakat dan Haji. Ada kesalahan persepsi tentang haji, kata “semampunya” dimaknai minimal. Padahal seharusnya kata itu dimaknai kemampuan semaksimal mungkin. Selain itu, ada sikap inferior terhadap haji, mis : penghasilan saya saja seperti ini, tidak mungkin saya bisa naik haji.
Beliau juga memposisikan istilah zuhud di dalam islam. "Banyak kaum muslim memaknai Zuhud nya Rasul sebagai orang miskin. Padahal hidup Rasul itu berukualitas, misalnya  kurma yang dimakan Rasul adalah Kurma azwa, ini adalah kurma termahal. Minuman Rasul susu kambing dan unta, harganya mahal.
Zuhud Rasul bukan berarti apa adanya/ tidak punya apa-apa".
"Waktu melamar khadijah, maharnya adalah 100 ekor unta. Mis : @ unta 15 juta, maka total semua mahar adalah 1,5 M." Imbuhnya.
Kesalahan persepsi  : orang miskin tidak mau kaya, dan orang kaya tidak mau menjadi sholeh. Kita sekarang sulit mencari orang sholeh dan kaya. Maka, persepsi kita harus dirubah. Kita harus menjadi orang sholeh dan berharta.
Qonaah jangan hanya qonaah individu, tetapi qonaah jamai. Karena kita hidup berjamaah, sehingga penghasilan kita harus bisa untuk membiayai hidup jamaah ini. Sehingga kita harus menumbuhkan kalangan aghniya dari kader-kader kita juga.



Basuki
BIKA DIY

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan